Categories : Penyakit Jantung

 

Menurut Dr. Soehardo Kertohoesodo, kelainan anatomis (bentuk) pada jantung dapat terjadi karena beraneka sebab. Dalam masyarakat Indonesia yang sering menjadi penyebab penyakit jantung adalah sebagai berikut.

  1. Demam Rematik Akut (DRA) atau “Acute Rheumatic Fever” (ARF)

Penyakit ini dinamakan juga “Poliartritis Rematik Akut”. Penderita akan merasakan gejala-gejala sebagai berikut.

  • Mula-mula, pasien panasnya tinggi.
  • Adanya pembengkakan pada persendiaan besar, misalnya lutut, bahu, siku , pergelangan tangan, atau kaki disertai warna kemerah-merahan dan terasa panas.
  • Terdapat tanda-tanda radang pada jaringan jantung, sehingga dapat dikatakan telah ada penyakit jantung rematik akut atau “Acute Rheumatic Heartdisease” (ARHD).
  1. Penyakit karena Terinfeksi oleh Kuman-Kuman yang Virulent (Ganas)

Kejadian dapat pula mengakibatkan terjadi misalnya pada radang selaput otak, radang paru-paru, septikami (infeksi pada peredaran darah) dan lain-lain. Pada penyakit infeksi selalu ada kuman-kuman penyebab penyakit itu terbawa dalam peredaran darah melalui peredaran darah, kuman-kuman itu dapat menyebabkan radang pula pada organ/jaringan yang dilalui darah pembawa kuman tersebut, terutama pada jantung, ginjal, dan paru-paru, karena hampir seluruh darah yang beredar pasti melalui organ itu pula. Jadi kuman-kuman tersebut bisa jadi salah satu penyebab penyakit jantung.

  1. Gangguan pada Perkembangan Janin dapat Menjadi Penyebab Penyakit Jantung Bawaan (PJB) atau Kelainan Jantung Kongenital (KJK).

Jenis penyakit jantung ini sudah ada sejak bayi dilahirkan. PJB dapat terjadi sebagai akibat terganggunya perkembangan jantung janin pada trimester pertama masa kehamilan. Saat baru dilahirkan, biasanya sulit sekali untuk mengenal kelainan bentuk jantung yang terdapat pada bayi. Hal yang dapat dilakukan adalah membeda-bedakan PJB dalam PJB sianotik, PJB potensial sianotik, dan PJB asianotik atau non-sianotik.

Pada PJB sianotik, kulit dan selaput lender bayi tampak kebiru-biruan karena darah arterial dalam sirkulasi sitemik selalu tercampur darah veneus, sehingga kadar reduced Hb-nya mencapai 5 gram/Dl atau lebih. Ini disebabkan adanya jalan pendek atau “shunt” karena ada kelainan anatomis yang dapat dilalui darah dari jantung kanan atau batang arteria pulmonalis ke jantung kiri atau aorta, beserta adanya tekanan darah yang di daerah tugas jantung kanan lebih tinggi daripada di daerah tugas jantung kiri, berkat adanya kelainan anatomis jenis lain. Sementara pada PJB asianotik, kelainan anatomis yang ada pada jantung tidak memungkinkan terjadinya shunt.

 

Screenshot_3

Sumber : Buku Tahukah Anda? Makanan Berbahaya untuk Jantung (Supriyadi Amir, 2014)

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

 Posted on : July 12, 2017
Tags:

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.