Beberapa Sayuran Yang Bermanfaat Bagi Sistem Imun

Beberapa tanaman ini memiliki manfaat penting untuk kinerja sistem imun tubuh.

Brokoli dan kubis

Manfaat Brokoli dan kubis, mengandung bahan pencegah kanker. Kalau anda sering memakan sayuran ini, resiko terkena kanker empedu akan berkurang. Sayuran ini mengandung sejumlah besar brassanin dan sulforaphane yang mampu merangsang pengeluaran enzim yang mengurangi karsinogen dan membuangnya dari tubuh.

Cabe

Bahan pedas dalam cabe capsaicin, jadi manfaat cabe dapat melawan karsinogen berbahaya dan mencegah mengumpulnya nitrit dan amina. Semakin pedas cabe itu, kandungan capsaicinnya lebih banyak.

Sambiloto

Tumbuhan ini semenjak lama menjadi sumber obat-obatan bagi nenek moyang kita. Dalam salah satu manuskrip kuno era majapahit yang dikutip oleh arswendo atmowiloto dalam bukunya Senopati Pamungkas, diterangkan bahwa daun yang dulu disebut daun latamaosandi, adalah daun dewa yang bisa menjadi penyembuh hampir semua penyakit.

Dalam kisah ramayana pun, daun ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit yang sangat berat, seperti keracunan. Raden wibisana, selaku penasihat militer Sri Rama, pernah meminta Hanoman untuk mencari daun ini untuk menyembuhkan balatentara kera yang terkena racun pasukan alengka pimpinan Rahwana.

Para era modern, daun ini telah diteliti diberbgai institusi penelitian terkemuka dan diduga kandungan zat aktif andrografolidnya mampu menyembuhkan kanker dan berbagai jenis infeksi (dr. Trilaksana dan Tauhid).

Meniran

Daun yang satu ini juga banyak dijumpai disekitar kita. Penelitian yang dilakukan di Universitas Airlangga oleh Dr. Suprapto Ma’at telah membuktikan bahwa daun meniran memiliki efek yang sangat baik guna menguatkan sistem imun.

Dari percobaan lanjutan yang dilakukan, diketahui bahwa daun meniran dapat mempercepat kesembuhan penderita infeksi saluran napas atas dan bawah. Sementara itu dalam penelitian lain disemarang (dr. Chodijah dan Tauhid), diketahui bahwa daun meniran pun efektif untuk mengobati kanker.

Cokelat

Cokelat sudah lama dikenal sebagai camilan manis yang sering dinikmati oleh berbagai kalangan tanpa mengenal batas usia. Anak-anak menyukainya, demikian pula orang tua.

Cokelat selama ini diketahui memiliki kandungan flavanoid yang cukup beraneka dan bermanfaat bagi kesehatan. Namun, belakangan ini diketahui juga bahwa cokelat dapat menstimulasi hormon cinta seperti feniletilamin. Dari hasil penelitian itu dapat disimpulkan bahwa jika coklat dapat membantu proses produksi hormon cinta, coklat juga akan mampu meningkatkan aktifitas sistem imun, mengingat hormon cinta memiliki korelasi positif dengan sistem imun.

Virgin coconut oil dan zaitun

Kedua jenis minyak ini memiliki kandungan asam lemak tidak jenuh yang tinggi (Dokoheksanoat dan Eikopentanoat) serta sejenis zat aktif, yaitu asam laurat. Kedua kandungan utama tersebut memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan sistem imun.

Temulawak dan jahe

Karena sesama rempah yang berasal dari rimpang tanaman, temulawak (curcuma) dan Jahe (zingiber) disatukan. Kandungannya mirip dan didominasi oleh minyak atsiri serta flavanoid. Kedua kandunga tersebut adalah anti radang yang baik. Karena aktiftasnya itulah temulawak dan jahe sering disebut sebagai imunomodulator atau pengatur sistem imun.

Nanas

Buah yang satu ini tentulah sudah sangat akrab bagi kita. Selain rasanya yang manis dan sangat menyegarkan, berbagai mitos kesehatan kerapkali menyertainya pula. Sering kita dengar bahwa bagi wanita yang tengah hamil muda tak baik memakan nanas karena dapat menyebabkan keguguran. Namun, ternyata mitos itu keliru. Kandungan nanas justru sangat baik bagi semua lapisan usia, termasuk ibu-ibu hamil. Zat aktif utama yang terdapat dalam daging buah nanas adalah bromelin. Zat ini dapat berfungsi sebagai abtiradang dan dapat pula meredam aktifitas sistem imun yang berlebihan. Termasuk didalamnya mencegah pembentukan asam urat.

Pencarian dari Google :

Tags: , , , , , , , , , ,

Leave a Comment