Beberapa Hal Bermanfaat Bagi Pertahanan Tubuh

Alloh menciptakan alam semesta dan seisinya ini dengan penuh kesempurnaan, tidak ada yang salah sedikit pun dalam ciptaan-Nya. Walaupun terkadang tampak oleh pandangan manusia sebagai sesuatu kekurangan. Namun ternyata pandangan manusia itulah yang sebenarnya sempit, tidak mengetahui antara hubungan yang satu dengan yang lainnya, tidak mengetahui lebih dalam akan makna keberadaan sesuatu, baik yang tampak baik ataupun yang tampak buruk. Sesuatu yang buruk bagi manusia pun akan memiliki manfaat dalam kehidupan manusia itu sendiri karena akan ada keterkaitan dengan hal yang lainnya. contoh yang mudah saja tentang keberadaan nyamuk.

Begitu pula dengan beberapa tumbuhan dan makanan yang akan disebutkan dibawah ini, semua memiliki manfaat yang pada awalnya manusia tidak mengetahuinya.

Daun jambu batu

Pohon jambu batu barangkali termasuk salah satu pohon yang paling banyak kita temui dihalaman rumah-rumah, baik didesa ataupun perkotaan. Maklumlah pohon yang satu ini dapat tumbuh subur di negara tropis. Selama ini pohon jambu batu sudah dimanfaatkan sebagai sumber obat bahan alami. Daunnya dipergunakan sebagai obat diare dan buahnya terutama bagian dagingnya yang berwarna merah, dijadikan jus untuk mengurangi dampak penyakit demam berdarah.

Sebuah penelitia yang dilakukan oleh Universitas Airlangga Surabaya bekerjasama dengan RSUD dr. Soetomo membuktikan bahwa sesungguhnya daun jambu batu adalah antivirus yang sangat kompeten untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Menurut Dr. Suprapto Ma’at, Apt, salah seorang anggota tim peneliti, kandungan quercentin dan tanin dari daun jambu batu diduga memiliki aktifitas antivirus yang sangat efektif.

Buah pare

Buah yang satu ini rasanya sangat pahit, tetapi justru menjadi makanan favorit bagi sebagian besaar masyarakat indonesia. Bahkan bagi sebagian masyarakat keturunan tionghoa, buah pare tampaknya menjadi menu wajib pada acara-acara tertentu. Sudah menjadi semacam kepercayaan jika sesuatu yang pahit itu biasanya berpotensi sebagai obat. Ternyata asumsi itu tidak sepenuhnya salah. Kina, brotowali, sambiloto dan juga pare yang sangat pahit memang berpotensi sebagai obat. Rasa pahit itu mungkin dibentuk oleh kandungan flavanoidnya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada Yogyakarta menunjukkan bahwa ekstrak buah pare sangat efektif dalam meredam replikasi virus hepatitis B dan C. Bahkan tingkat penghambatannya mencapai lebih dari 50%.

Tempe

Sebagai makanan tradisional yang sudah sangat merakyat, hampir tak satu orangpun di Indonesia yang tak mengenalnya. Tempe dibuat dari kacang kedelai yang difermentasi. Kandungannya baik sekali, terdiri atas zat aktif antibiotik (antimikroba) hasil produksi kapang jamurnya, vitamin (alfa tokoferol), dan zat aktif anti kanker dari gugus flavanoid, serta senyawa yang menyerupai hormon estrogen. Dengan demikian, mengkonsumsi tempe sebenarnya sama dengan mengkonsums sejumlah produk suplemen.

Tips memasak wortel

Tidak semua sayuran lebih baik dimakan mentah. Memang sebgian dari kita selama ini mendapat pengetahuan seolah proses pemanasan dan pemasakan akan banyak mengurangi nilai gizi sayur-sayura. Pendapat itu memang dapat dibenarkan, tetapi tidak berlaku secara global / general. Pada kasus wortel misalnya, untuk mendapatkan kandungan beta karotennya yang sangat bermanfaat bagi sistem imun tubuh kita, justru wortel tersebut haruslah dipanaskan dalam minyak atau substans berlemak lainnya seperti mentega. Mengapa demikian? Tetap akan terjadi perubahan struktur kimiawi dari unsur beta karotennya dan zat aktif penting lainnya.

Tags: , , ,

Leave a Comment